
2 minggu dari sekarang kita akan menghadapi putaran kedua Liga Indonesia 2007. Tanggal 12 Agustus ini kita akan memulai perjalanan ini. Persib Bandung seperti diawal musim, telah berkonsentrasi penuh mencurahkan pikiran dan waktu untuk berusaha siap menghadapi rintangan dan kerasnya putaran kedua ini. Yang pasti lebih keras dari putaran pertama. Ada beberapa hal yang menjadi alasan untuk itu, yaitu diantaranya, pemuncak klasemen sementara wilayah barat yang kini diduduki oleh Persib melecut pesaing untuk menundukan Persib dan bertandangnya tim Maung ke beberapa tim-tim kuat wilayah barat seperti Persija Jakarta, PSMS Medan, Persik Kediri, dll.
Jika dilihat dari program latihan yang dibentuk oleh staff pelatih, mungkin program pre-second leg ini hampir sama dengan program pre-season di akhir tahun kemarin. Tetapi beberapa masalah yang terus menghantam seakan tiada henti, sedikit membuyarkan konsentrasi. Dimulai dari kekalahan Persib di ajang Copa yang memunculkan tekanan kepada head coach kita, kemudian pergantian komposisi pemain asing yang sedikit menimbulakan kontroversi, sampai kedapa masalah kedua pemain Persib di timnas, Sanksi tidak boleh bermainnya Arif di LI dan dipanggil kembalinya Eka ke Timnas u23 yang sudah tentu tidak dapat membela Persib di putaran kedua.
Pato Jimenez melihat ini sebagai tantangan kita menuju Juara. Tidak ada yang mudah Untuk mencapai sukses. Sang kapten, Suwita Pata mengatakan, ini menjadi pelecut bagi para pemain untuk tampil lebih baik lagi di laga selanjutnya, sekaligus membuat para pemain menjadi lebih merasakan sifat kekeluargaan yang erat.
Saat ini Persib hampir siap menghadapi putaran kedua. Amunisi bertambah dengan masuknya Leontin Chitescu ke dalam tim (walaupun Nyeck tidak bisa lagi bersama kita), TC di pantai Anyer telah dilalui oleh para pemain dan staff pelatih dengan keringat, beberapa partai uji coba sudah mulai digelar. Dan bobotoh sudah mulai dapat berada di pinggir lapang untuk memberikan dukungannya.
Ya, kitapun sebagai bobotoh semestinya siap untuk menghadapi putaran kedua Liga Indonesia 2007 ini. Bukan hanya siap untuk mendukung dari pinggir lapang tetapi juga siap untuk berada di samping tim. Siap untuk menerima kekalahan, menjaga agar tim Persib tidak terkena sanksi, dan menjaga agar tim tidak menghadapi teror berlebihan jika tandang. Jika kita masih memimpikan gelar juara, maka hal ini juga menjadi penting.
Di putaran pertama, masih ada sebagian dari kita yang melempar berbagai macam benda ke lapangan, masih ada teror-teror yang berlebihan kepada tim lawan. masih ada yang mencemooh tim ketika scoring board tidak menunjukan apa yang kita inginkan.
Alangkah indahnya jika perjuangan pemain di lapangan diiringi oleh sikap fair play kita di pinggir lapangan. Hasil akhir pertandingan kita serahkan saja pada Yang diatas. Kita hanya bisa berdoa dan berusaha, mudah-mudahan mimpi kita bisa terwujud.
Siap?