
Duh, sedih juga liat Persib sekarang. Terlalu banyak masalah intern yang lebih tepatnya disebut perang di dalam tubuh Persib sendiri. Kegagalan di Copa Dji Sam Soe tampaknya menjadi awal terjadinya konflik intern ini.
Diawali dengan kritikan kepada staf pelatih yang disebut tidak bisa menggodok strategi tanpa kehadiran beberapa pemain andalan, isu kepindahan salah seorang penyerang, sampai tarik ulurnya beberapa pemain asing yang akan direkrut.
Terlihat disini disharmonisasi antara pihak pengurus, manajemen, pelatih dan pemain, hingga terjadi perang argumen di media cetak antara beberapa pihak tersebut. Sampai-sampai ada pemain yang mulai absen dalam latihan.
Whaaaaaaaaaaaaaaa! Apa yang sebenarnya terjadi dengan tim kita tercinta ini? Apakah kita terlalu terbuai oleh peringkat klasemen sementara wilayah I di paruh musim LI tahun ini? Sehingga kenyataan gagal di Copa menyebabkan semua pihak menjadi panik?
Mari kita sejenak mengingat sedikit kebelakang. Setelah memenangi dua partai berat melawan Persija dan PSM, suasana kekeluargaan dan kebahagiaan begitu terasa indah diantara kita. Tanpa sekat, sangat terikat.
Sebelum ada keputusan yang kontroversial, bisakah kita duduk satu meja? Mungkin beberapa media terlalu memikirkan omset penjualan mereka sehingga terjadi kesalah pahaman diantara kita. Mungkin ego pribadi yang merasa paling bertanggung jawab dan paling berjasa yang membuat kita lupa kalau kita semua mencintai Persib? Mari kita duduk satu meja.
Lihat para pemain, lihat para bobotoh. Mereka loyal, mereka total. Karena mereka mencintai Persib sepenuh hati. Mengapa pengurus, manajemen, dan pelatih tidak bisa? Bersatulah. Demi Persib tercinta.
Juara LI memang mimpi kita. Tapi keutuhan kita sebagai keluarga besar lebih penting!